Senin, 20 Maret 2017

Tentang Desa Kowang, Semanding, Tuban



Tentang Desa Kelahiranku, Desa Kowang Jawa Timur
Menapaki keindahan alam Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke tidak akan luput dari kata Subhanallah, Maha Suci Allah yang menciptakan alam yang indah ini. Berbicara tentang kekayaan Indonesia yang tiada habis walau dikuras hingga miris oleh manusia yang semakin lama semakin kejam , tak luput dari indah pula desa  kelahiranku, yaitu desa Kowang.
Desa Kowang merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Semanding kabupaten Tuban Jawa Timur. Desa ini berjarak 7,7 Km dari kota Tuban. Mayoritas penduduk di desa ini merupakan petani. Selain itu tak jarang penduduk yang berprofesi ganda, diantaranya menjadi kuli bangunan, pedagang, karyawan swasta, dll. Penduduk mempunyai ladang untuk bercocok tanam, rata-rata hasil pertanian mereka berupa jagung dan kacang. Namun selain ladang, mereka juga mempunyai sawah di luar desa, karena desa ini bukanlah area persawahan, Walaupun ada bagian yang merupakan area persawahan tetapi kebanyakan penduduk memiliki sawah di luar desa.
Desa Kowang memiliki tanah berwarna merah (biasa di sebut tanah kuburan) yang tumbuh banyak macam tumbuhan. Jika berjalan mengelilingi desa, pasti tak akan luput dari pemandangan pohon-pohon yang berbaris rapi sepanjang jalan. Diantara jenis tumbuhan yang banyak tumbuh di desa ini adalah “pohon siwalan”. Pohon ini juga menjadi salah satu sumber kehidupan penduduk desa. Pohon ini mempunyai banyak manfaat. Bisa dikatakan seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Dari batangnya yang kuat untuk bahan bangunan, daunnya untuk ketupat, buahnya yang disebut “Buah Siwalan”, dan air yang menetes darinya yang dinamakan “Legen”.
Gambar Pohon Siwalan
Buah Siwalan
Legen dan Buah Siwalan yang dikemas
Banyak warga yang memanfaatkan pohon ini sebagai mata pencaharian mereka, buah siwalan atau warga biasa menyebutnya “Ental” dan legen banyak dijumpai sepanjang jalan pantura di Tuban. Legen dan siwalan menjadi salah satu ciri khas kabupaten Tuban. Namun air legen dapat pula dijadikan sebagai minuman keras tradisional yang dikenal sebagai “Towak”. Towak berbeda dengan legen, legen merupakan air asli yang berasal dari pohon siwalan dan tidak memabukkan mengkonsumsinya, bahkan banyak warga yang gemar mengkonsumsinya karena rasanya yang unik dan khas. Ssedanngkan towak merupakan air legen yang diramu dengan bahan lain, seperti kulit pohon mahoni, jambu mete dll. Yang mengkonsumsinya dapat memabukkan.
Selain sumber daya alam, Desa Kowang juga masih mempertahankan beberapa budaya masa lampau, seperti manganan, tayub dsb. Manganan masih dilaksankan setiap setahun sekali didampingi dengan tayub atau deisebut pula sinder oleh masyarakat.
Acara Manganan Tahunan
Tayub atau Sinder
Di sisi lain, Desa Kowang juga memiliki perkembangan di bidang pendidikan, lembaga-lembaga pendidikan tingkat SD, SLTP sudah berdiri di tengah masyarakat, PAUD, TPQ, dan Madrasah Diniah telah ada sejak lama. Namun lembaga pendidikan tingkat SLTA memang belum ada di desa ini. Diantara lembaga pendidikan tersebuta adalah Yayasan Sumbersari yang meliputi RA, MI, Mts, dan Madrasah Diniah Sumbersari, SDN Kowang 1, SDN Kowang 2, TK Mujahiddin, TPQ Tarbiyatus Sibyan, dan TPQ  
Maoritas penduduk desa ini beragama Islam, ada dua masjid yang menjadi pusat kegitan peribadahan dan keagamaan, yaitu Masjid Mujahidin dan Masjid Jami’ Tegalsari. Selain itu banyak musholla yang menjadi temapat peribadahan umat Islam di desa ini.
Sekian tentang Desa Kelahiranku, Desa Kowang Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur