Tentang Desa Kelahiranku, Desa Kowang Jawa Timur
Menapaki keindahan alam Indonesia
yang terbentang dari Sabang sampai Merauke tidak akan luput dari kata Subhanallah,
Maha Suci Allah yang menciptakan alam yang indah ini. Berbicara tentang
kekayaan Indonesia yang tiada habis walau dikuras hingga miris oleh manusia
yang semakin lama semakin kejam , tak luput dari indah pula desa kelahiranku, yaitu desa Kowang.
Desa Kowang merupakan salah satu
desa yang terletak di kecamatan Semanding kabupaten Tuban Jawa Timur. Desa ini
berjarak 7,7 Km dari kota Tuban. Mayoritas penduduk di desa ini merupakan
petani. Selain itu tak jarang penduduk yang berprofesi ganda, diantaranya
menjadi kuli bangunan, pedagang, karyawan swasta, dll. Penduduk mempunyai
ladang untuk bercocok tanam, rata-rata hasil pertanian mereka berupa jagung dan
kacang. Namun selain ladang, mereka juga mempunyai sawah di luar desa, karena
desa ini bukanlah area persawahan, Walaupun ada bagian yang merupakan area
persawahan tetapi kebanyakan penduduk memiliki sawah di luar desa.
Desa Kowang memiliki tanah berwarna
merah (biasa di sebut tanah kuburan) yang tumbuh banyak macam tumbuhan. Jika
berjalan mengelilingi desa, pasti tak akan luput dari pemandangan pohon-pohon
yang berbaris rapi sepanjang jalan. Diantara jenis tumbuhan yang banyak tumbuh
di desa ini adalah “pohon siwalan”. Pohon ini juga menjadi salah satu sumber
kehidupan penduduk desa. Pohon ini mempunyai banyak manfaat. Bisa dikatakan
seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Dari batangnya yang kuat
untuk bahan bangunan, daunnya untuk ketupat, buahnya yang disebut “Buah
Siwalan”, dan air yang menetes darinya yang dinamakan “Legen”.
Gambar Pohon Siwalan
Buah Siwalan
Legen dan Buah Siwalan yang dikemas
Banyak warga yang memanfaatkan pohon
ini sebagai mata pencaharian mereka, buah siwalan atau warga biasa menyebutnya
“Ental” dan legen banyak dijumpai sepanjang jalan pantura di Tuban. Legen dan
siwalan menjadi salah satu ciri khas kabupaten Tuban. Namun air legen dapat
pula dijadikan sebagai minuman keras tradisional yang dikenal sebagai “Towak”.
Towak berbeda dengan legen, legen merupakan air asli yang berasal dari pohon
siwalan dan tidak memabukkan mengkonsumsinya, bahkan banyak warga yang gemar
mengkonsumsinya karena rasanya yang unik dan khas. Ssedanngkan towak merupakan
air legen yang diramu dengan bahan lain, seperti kulit pohon mahoni, jambu mete
dll. Yang mengkonsumsinya dapat memabukkan.
Selain sumber daya alam, Desa Kowang
juga masih mempertahankan beberapa budaya masa lampau, seperti manganan, tayub
dsb. Manganan masih dilaksankan setiap setahun sekali didampingi dengan tayub
atau deisebut pula sinder oleh masyarakat.
Acara Manganan Tahunan
Tayub atau Sinder
Di sisi lain, Desa Kowang juga memiliki perkembangan di bidang
pendidikan, lembaga-lembaga pendidikan tingkat SD, SLTP sudah berdiri di tengah
masyarakat, PAUD, TPQ, dan Madrasah Diniah telah ada sejak lama. Namun lembaga
pendidikan tingkat SLTA memang belum ada di desa ini. Diantara lembaga
pendidikan tersebuta adalah Yayasan Sumbersari yang meliputi RA, MI, Mts, dan
Madrasah Diniah Sumbersari, SDN Kowang 1, SDN Kowang 2, TK Mujahiddin, TPQ
Tarbiyatus Sibyan, dan TPQ
Maoritas penduduk desa ini beragama Islam, ada dua masjid yang
menjadi pusat kegitan peribadahan dan keagamaan, yaitu Masjid Mujahidin dan
Masjid Jami’ Tegalsari. Selain itu banyak musholla yang menjadi temapat
peribadahan umat Islam di desa ini.
Sekian tentang Desa Kelahiranku,
Desa Kowang Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur